DUNIA KEJAHATAN DAN KEBINASAAN PADA MATA DAN LIDAH MANUSIA..
Kita tidak bisa mengikut Tuhan Yesus Kristus jika masih terus hidup duniawi, bebal tidak mau bertobat, masih ngotot toleransi dan kompromi hal-hal najis di dunia, hedonisme, materialistik, cinta uang, terobsesi hal-hal dunia yang fana, berambisi kaya dan sukses, tidak menjaga kekudusan mata karena masih terus menikmati tontonan yang cemar, sihir, kekerasan dan pembunuhan fasik, percabulan, perzinahan, horor, bercanda yang sia-sia dan lain sebagainya, masih menikmati dan menyanyikan lagu-lagu yang cemar, penuh lirik yang fasik, penuh kekerasan dan erotisme, kata sia-sia dan keputusasaan, penuh pemberontakan dan hal-hal lain yang bertentangan dengan Firman Tuhan.
Firman Tuhan dalam Matius 16:24 menjelaskan SYARAT mengikut Kristus:
"Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, IA HARUS MENYANGKAL DIRINYA, MEMIKUL SALIBNYA DAN MENGIKUT AKU." (Matius 16:24)
Terkait pentingnya menjaga KEKUDUSAN MATA dari hal-hal duniawi, Daud sendiri berkata:
"I WILL SET NOTHING WICKED BEFORE MY EYES; I hate the work of those who fall away; It shall not cling to me." (Psalm 101:3)
Dalam bahasa Indonesia dikatakan:
"Tiada kutaruh di depan mataku PERKARA DURSILA; perbuatan murtad aku benci, itu takkan melekat padaku." (Mazmur 101:3)
Dursila itu artinya "jahat". Dalam Alkitab, arti jahat merujuk pada segala perbuatan dan perkataan yang melanggar ketetapan Firman Tuhan dan bertentangan dengan standar Firman Tuhan. Artinya juga tidak kudus, artinya juga cemar, sia-sia dan fasik.
Mengenai KEKUDUSAN PERKATAAN, Tuhan Yesus sendiri mengatakan:
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman." (Matius 12:36)
Rasul Yakobus juga menegaskan terkait KEKUDUSAN MULUT atau PERKATAAN:
"Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya." (Yakobus 1:26)
Pentingnya kekudusan mulut tidak hanya menyangkut interaksi dan percakapan atau perkataan kita sehari-hari terhadap sesama manusia, namun juga turut meliputi hal-hal dan lirik yang diperkatakan dalam lagu yang dinyanyikan, termasuk lagu-lagu duniawi cemar dan fasik yang dinyanyikan.
Oleh karenanya, setiap tontonan, film dan lagu-lagu yang "jahat" atau "dursila" seharusnya ditolak tegas dan dihindari setiap Kristen sejati oleh sebab mereka sangat mengasihi Allah dengan menuruti mau-Nya Allah, mentaati Firman Allah, mengikuti kehendak Allah, tunduk pada Firman Allah dan bersukacita hidup diatur Firman Allah, membenci yang jahat menurut Firman Allah, mencintai apa yang benar menurut Firman Allah. Anggota tubuhnya dipersembahkan bagi Allah menjadi senjata kebenaran (Roma 6:16), bukannya digunakan untuk melihat dan menikmati dan mendengar apa yang fasik menurut Allah dan apa yang "dursila" menurut Firman-Nya. Bukannya malah hidup duniawi.
Ketegasan untuk menolak dan menghindari perkara "dursila" merupakan bagian dari standar Kekristenan sejati, bukan suam-suam kuku, bukan yang palsu dan munafik serta fasik dan duniawi.
Konsekuensi akibat kebebalan untuk bertobat dari hidup duniawi dijelaskan tegas oleh Rasul Yakobus dalam Yakobus 4:4:
"Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa PERSAHABATAN DENGAN DUNIA ADALAH PERMUSUHAN DENGAN ALLAH? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, IA MENJADIKAN DIRINYA MUSUH ALLAH." (Yakobus 4:4)
Tidak heran mereka yang bebal hidup duniawi, mereka yang terus bebal mendengar, melihat dan menikmati perkara dan hal-hal dursila, mereka itu hidup sebagai musuh Allah dan karenanya berada dalam kutuk karena tidak mengasihi Allah (1 Korintus 16:22) dan tetap berada dalam penghukuman karena tidak tinggal di dalam Kristus (Roma 8:1; 1 Yohanes 2:16).
Mari bertobat dari keduniawianmu. Mari berhenti menjadi musuh Allah yang hidup dalam kutuk dan penghukuman. Kebinasaan dan siksaan di neraka menanti mereka yang terus bebal hidup duniawi dan menikmati perkara dursila, berkompromi dan toleransi dengan hal-hal jahat baik dalam perbuatan, pendengaran dan penglihatan.
Jiwamu terlalu berharga untuk berakhir tersiksa di neraka kekal lebih dari triliunan tahun, selama-lamanya.
Mari bertobat sebelum terlambat.
Sumber : Chandra Kusuma
Senin, 08 Januari 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar